Sabar Menunggu Berita Gembira

Mak sedang menunggu berita duriah runtuh seperti yang dijanjikan kepada semua peneroka Felda. Moga dengan pengumuman ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan kekdahnya.

Banyak berita dan cerita yang tidak sedap kita dengari, apapun kalau arwah ayah ada ini merupakan berita gembira buatnya, bukan senang nak membangunkan tanah sawit itu.

Bukan setitik dua peluh dan keringat dikorbankan, bukan seringgit dua modal yang dilaburkan, banyak kenangan dan sentimental value di tanah sawit itu. Kenangan daku membesar adik beradik, hasil dari tanah itulah, dengan keringat mak dan arwah ayah kami dapat menjadi insan berguna.

Pengorbanan kalian tidak akan kami lupa. Kami semua sayang mak dan ayah!! Semasa kecil daku dan adik akan dibawa bersama sewaktu mak dan arwah ayah sibuk mengerjakan tanah sawit itu, masih segar diingatan kami berlari-lari, bermain sendirian sementara menunggu mereka siap bekerja.

Sudah lali digigit nyamuk, bermain dengan cacing, digigit semut yang dipanggil kelengkiak (korang pernah dengar tak?). Sebagai hiburan, kami akan diajak oleh arwah ayah untuk mandi sungai di kebun sawit tu.

Perrhhhhgghhh seriusly, it was a wonderful moments!!! Memancing, cari udang, siput sungai...hmmmm memang best!!!

Sesungguhnya ianya tiada nilai, saat ini terasa rindu pada arwah ayah makin menebal, hanya AlFatihah kuhadiahkan untukmu AYAH. Kami sayang Mak!!!!

Labels: , ,