Gambar ini diambil sewaktu dalam perjalanan ke Parit Buntar. Indahnya ciptaan Allah ini, Subhanallah. Terasa mendamaikan mata melihatnya, kalau dapat duduk di tepi sawah sambil muhasabah diri ini dengan melihat kekuasaan Allah alangkah nikmatnya. Damai sedamai-damainya, hijau dan menenangkan akal dan minda. Indah, indah dan indahnya...
Untuk merasakan keindahan,
bacalah susunan syair yang indah-indah, buku-buku yang berfaedah, tentu timbul
kerinduan untuk berkenalan dengan pengarangnya. Memerhatikan keindahan alam
itu menambah harga diri.
Hasad dengki menghilangkan
keindahan, baik keindahan badan, keindahan jiwa ataupun keindahan akal. Bahkan
keindahan wajah pun mampu dihilangkannya.
Alangkah indahnya jika dunia
dan agama berkumpul menjadi satu dan alangkah buruknya jika kafir dan derhaka
bergabung dalam diri seseorang.
Letak keindahan bukan pada
ejekannya, tetapi pada cara dia mengejek. Bacaan al-Quran dengan lagu
yang indah dan suara yang merdu menunjukkan dalam agama pun ada seni suara.
Allah amat ingin agar
hambanya memperlihatkan bekas nikmatnya atas dirinya. Perhiasan timbul daripada
kerinduan terhadap yang indah. Bunga yang mekar di atas meja dan kerusi yang
bagus, semuanya seiring dengan kemajuan otak dan jiwa.
Berhiaslah ketika ke masjid.
Tandanya berhias itu dilarang bahkan dianjurkan. Tetapi jangan berlebih-lebihan. Seni adalah tiruan daripada
keindahan dan sumber keindahan ialah Allah yang dapat disaksikan bekasnya di
dalam alam ini dipandang dan direnung oleh hati sanubari yang fana di dalam
cinta dan baqa lantaran makrifat.
Sesungguhnya Allah itu indah,
suka akan keindahan. Perhiasan adalah barang
indah. Orang tidak boleh berhias dengan barang yang buruk. Sikap yang kasar adalah
lantaran jiwa yang kasar, jiwa yang tidak mengenal keindahan. Jika seseorang tidak dikuasai
oleh perasaan benci, setiap pakaian yang dipakainya kelihatan indah.
Labels: gambar sawah padi, kata-kata hikmah indah, kata-kata indah, Keindahan ciptaan Allah, tazkirah